KHILAFAH…???

Oleh : Ainun Istiharoh*

            Khilafah atau imamah secara bahasa berarti kepemimpinan umum atas seluruh kaum muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Khilafah bukanlah pemerintahan monarki, republik, imperium atau federasi. Khilafah juga bukan kepemimpinan mazhab. Khilafah adalah sebuah janji, dan baginda Nabi telah menyatakan bahwa khilafah akan menjadi system terbaik dan terakhir dimuka bumi, yang akan mempersatukan seluruh umat manusia, bukan hanya Islam, dalam pemerintahan satu dunia dibawah seorang pemimpin.

Selama satu abad lebih dunia dipenuhi hingar bingar system pemerintahan yang dibuat oleh barat. Di atas semua system itu yang paling berhasil menyusup ke benang-benang politik modern adalah system demokrasi. Kelak system inilah yang melahirkan kapitalisme, sekulerisme bahkan komunisme yang sempat menjadi paham ideologis yang berkembang sangat cepat di Negara-negara besar seperti China, Rusia (dulu Uni Soviet) bahkan Indonesia.

Kehancuran kapitalisme yang ada saat ini, termasuk didalamnya demokrasi merupakan jalan masuk bagi terciptanya sebuah system dan tatanan baru yang islami. Pertumbuhan populasi umat islam yang mencengangkan, tingkat konversi agama yang tinggi, khususnya di kalangan cendekiawan barat dan anak-anak muda serta angka kelahiran bayi-bayi muslim yang berlipat ganda di Eropa, Amerika dan Asia telah memberi dampak luar biasa terhadap ledakan populasi umat manusia. Kelebihan populasi yang seringkali diagungkan oleh kelompok environmentalis agar manusia bisa merelakan diri untuk berbagi tempat dengan alam yang kemudian akan berakhir pada ide mereduksi populasi hanyalah alasan besar untuk menghabisi umat islam. Faktanya, ide-ide tersebut selalu berhenti di meja perundingan.

Tuhan telah memperlihatkan kekuasaannya dengan menggerakkan sebuah kekuatan besar yang saat ini telah tumbuh dalam sel-sel kecil terorganisasi secara mandiri. Setiap sel akan menyatu dalam payung yang sama dibawah kalimat tauhid yang sama. Perkembangan gerakan ini telah membuat banyak orang dipucuk kekuasaan khawatir, namun pengambilalihan kekuasaan harus terjadi, cepat atau lambat.

Umat islam saat ini koyak dan terinjak-injak. Palestina, Khasmir, Chechnya, Afganistan, Irak, Pakistan dan yang lainnya. Tumbuhnya jumlah populasi yang sangat besar selama beberapa decade terakhir merupakan petunjuk yang seharusnya disadari dengan bijaksana bahwa penjajahan barat terhadap umat islam akan berakhir sebentar lagi. Hal ini sekaligus menjadi petunjuk bagi Zionis untuk memberikan perlawanan serius termasuk menjalankan dengan segera rancangan Tatanan Dunia Baru untuk menghadapi system kekhilafahan yang akan lahir dalam satu decade ke depan.

Apa yang terjadi di Palestina adalah cermin umat Islam. Pembunuhan, penggusuran, pemerkosaan, pembantaian, pencurian organ tubuh dan segala macam aksi kebrutalan Yahudi seharusnya menjadi peringatan bagi umat islam bahwa penyatupaduan umat dalam sebuah system yang telah dijanjikan Nabi adalah awal perjuangan sesungguhnya. Islam terpecah belah karena tidak memiliki pemimpin. Islam diinjak-injak dan dihinakan karena tidak memiliki system. Apa yang dilakukan saat ini oleh pemimpin-pemimpin dunia Islam, khususnya di Timur Tengah dan Negara-negara arab sungguh memalukan. Gaza telah hancur porak poranda, anak-anak mati dibunuh, sementara tetangga-tetangga muslim ini tidak mampu berbuat apa-apa. Palestina telah menjadi cermin retak sehingga kita tidak bisa melihat gambaran diri kita sendiri.

Konflik berkepanjangan ini ditambah dengan publikasi tipuan media yang membentuk opini bahwa Israel lah yang seharusnya dilindungi dari serangan Hamas dan Hizbullah. Kepentingan politik Yahudi harus menjadi prioritas di Timur Tengah, khususnya di wilayah paling strategis, Jerusalem.

Berbanding lurus dengan tekanan tersebut, perkembangan ekonomi Negara-negara barat yang menjadi pionir demokrasi mulai menampakkan tanda-tanda kehancuran. Pakar ekonomi Zionis, George Soros, memprediksi tahun 2011 akan menjadi awal degradasi ekonomi di Eropa. Yunani dan Irlandia telah memulai krisis ekonominya di paruh terakhir tahun 2011 dan Negara-negara Eropa lainnya, kecuali Jerman, akan mengalami stagnasi ekonomi yang panjang dan akan menjadi lebih buruk. Hal ini telah terbukti pada tahun 2011 lalu. Amerika telah mengawali kehancuran ekonomi dengan membawa bangsa-bangsa yang bergantung padanya kedalam masa-masa kegelapan. Fase kehancuran ekonomi jilid pertama ini akan diikuti dengan fase berikutnya di Eropa.

Layaknya efek domino, sebuah krisis akan melahirkan krisis yang lain, dan ekonomi merupakan sendi paling kuat membentuk kekuatan sebuah Negara. Jika ekonomi dihancurkan maka elemen politik, social, budaya dan yang lainnya akan terkena dampak yang sama. Efek domino inilah yang saat ini bergerak dari Amerika ke Eropa. Demokrasi menuju ke ambang jurang dan bersiap-siap membunuh dirinya sendiri. Inilah alasan mengapa khilafah diperlukan.

*Mahasiswi AGH 46

renungan…

Mereka bilang aku perempuan

Tapi, apa yang mereka lakukan padaku?

Tubuhku dieksploitasi

Harga diriku dinodai

Kehormatanku tergadai

Aku, perempuan lemah yang diperdaya…

 

Mereka bilang aku wanita

Tapi, apa yang mereka lakukan padaku?

Menipuku dengan berjuta impian kebahagiaan

Merayuku dengan materi dunia berlimpah

Menggodaku dengan tahta yang megah

Aku, perempuan lemah yang tak berdaya…

 

Mereka bilang aku muslimah

Tapi, apa yang mereka katakan padaku?

Mereka bilang aku harus memperjuangkan kesetaraan gender

Mereka bilang aku harus bebas

Namun…apa yang terjadi?

Mereka jauhkan aku dari fitrahku

Sebagai anak, aku abaikan orangtuaku

Sebagai isteri, aku membangkang pada suamiku

Sebagai ibu, aku lalai pada anak-anakku

Sebagai muslimah, aku jauhi perintah Tuhanku

 

Aku, perempuan dalam jerat kapitalisme…

 

NB: Teruntuk perempuan-perempuan yang mengabdikan dirinya hanya untuk ALLAH dan RasulNya, jadilah wanita sholehah dan muslimah yang bahagia dalam naungan Islam…

 

Bogor,18 April 2011 (dalam kesunyian malam)

by: my musrifah (L)

Menyusuri Kemajuan Pertanian dalam Sejarah Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kemajuan menyentuh ranah pertanian. Serangkaian teori ditemukan oleh kaum intelektual dan dipraktikkan hingga membuahkan hasil melimpah di tanah-tanah negeri Muslim. Panen pun mengerek tingkat kesejahteraan. Ini semua bermuara pada pengetahuan umat Islam yang memadai tentang pertanian.

Tak hanya soal cara memanen. Mereka telah tahu bagaimana memilih lahan bagi tanaman mereka. Mana yang cocok dan mana pula yang tidak. Sistem pengairan bermunculan dan memicu perkembangan teknologi di bidang ini. Mereka hapal bagaimana membuat pupuk dan komposisi penggunaannya.

Dalam bukunya yang terkenal, Kitab al-Filaha (Buku tentang Pertanian), cendekiawan dari Andalusia atau Spanyol, Ibnu al-Awwan, menjelaskan sejumlah langkah memulai bertani. Hal pertama yang perlu diketahui mengenai pertanian adalah lahan pertanian itu. Apakah lahan tersebut baik atau tidak untuk ditanami.

Ia mengingatkan, siapa yang mengabaikan masalah itu tak akan menuai keberhasilan saat menggarap lahan pertanian. Ini bermakna para petani perlu memiliki pengetahuan tentang lahan, karakteristiknya, jenisnya, tanaman, dan pohon yang mestinya ditanam atau tidak di lahan tersebut.

Selain itu, al-Awwan mewanti-wanti pula agar memahami betul tentang tingkat kelembapan tanah yang berdampak pada semua tanaman. Perlu pula mengetahui jenis tanah, apakah lembut, keras, berpasir, hitam, putih, kuning, merah, kemerah-merahan, atau kasar.

Pengetahuan dasar tentang lahan harus didukung dengan langkah lain untuk mencapai hasil pertanian memuaskan. Untuk hal ini, umat Islam telah mengembangkan teknologi sistem irigasi. Bentuknya memang berbeda-beda di setiap wilayah, ada yang sederhana dan ada pula yang lebih canggih.

Sejarawan al-Hamdani mengisahkan salah satu bentuk sistem irigasi yang ada di Yaman, yang disebut dengan alSamman. Ini merupakan sumber air terkenal. Kedalamannya mencapai tiga meter. Di sekitarnya, terdapat sejumlah sumur dan telaga buatan sebagai penampung air. Sisi-sisinya dibatasi dengan batu.

Pakar geografi Muslim bernama al Istakhri dalam bukunya, Al-Masalik walMamalik, berbicara tentang sistem irigasi. Menurut dia, di Marw (kini berada di wilayah Khurasan, Iran), terdapat sebuah departemen yang secara khsusus dibentuk untuk menangani pengelolaan air.
Departemen tersebut memiliki sebanyak 10 ribu staf.

Menurut Jaser Abu Safieh dari Jordan University, Amman, Yordania, sistem irigasi yang diwariskan oleh umat Islam sangat efisien dan hingga kini masih digunakan di sejumlah wilayah di Andalusia atau Spanyol. Badan seperti Water Court of Valencia masih melakukan pertemuan mingguan pada Kamis seperti yang terjadi pada masa Islam.

Pengembangan sistem irigasi lainnya untuk keperluan pertanian terdapat juga di Irak. Tepatnya, di Fowkhara Gate di tepi Sungai al-Nahrawan, Samarra. Adam Mitz, dalam Al-Hadarah alIslamiyyah, menyebutkan bahwa ilmuwan Muslim saat itu telah mampu mengalirkan air dari sumbernya dengan menggunakan pipa.

Mereka mempunyai sejumlah alat-alat teknik yang bermanfaat untuk mengukur ketinggian tanah dan menggali saluran irigasi di bawah tanah. Akhirnya, ujar Mitz, para ilmuwan itu menemukan sejumlah mesin untuk mengukur tingkat air sungai. Dengan berbagai penemuannya,
pertanian di dunia Islam kian berkembang.

Pupuk Pupuk telah sejak dini menjadi perhatian. Bahkan, telah muncul pemikiran komposisi penggunaan pupuk. Ilmuwan Muslim, Ibnu al-Hajjaj al-Ishbili, melalui bukunya Al-Muqni’ fi al-Filahah, menjelaskan bahwa seorang petani mesti tahu jika lahan pertanian tak dipupuk, kemampuannya akan melemah.

Di sisi lain, ia berkata agar penggunaan pupuk tak berlebihan. Bila ini terjadi, tanah akan terbakar oleh pupuk. Dengan pandangan yang disampaikan Ibnu al-Hajjaj ini, pengetahuan pertanian umat Islam saat itu telah mencapai taraf yang tinggi. Sejalan pada masa sekarang, penggunaan pupuk harus sesuai aturan pemakaian.

Pentingnya pemupukan untuk lahan pertanian; Ibnu Bassal, Ibnu Hajjaj, dan Ibnu al-Awwam memberikan penjelasan luas mengenai tipe pupuk dan tingkat kecocokan pupuk pada tanaman dan lahan tertentu. Mereka menyinggung pula penggunaan daun-daun pohon untuk menyuburkan lahan pertanian dan pemakaian pupuk kompos.

Penjelasan mengenai pupuk kompos ini di antaranya terdapat dalam buku yang disusun Ibnu al-Awwam yang berjudul Kitab al-Filaha al-Andalusiyyah. Manuskrip karyanya tersimpan di British Museum. Sedangkan, Ibnu Bassal menjelaskan bagaimana membuat pupuk kompos itu.

Paling tidak, Ibnu Bassal membagi kompos menjadi tiga jenis. Salah satunya adalah kompos yang terbuat dari campuran rumput, jerami, dan abu. Ketiga bahan itu dimasukkan ke dalam sebuah lubang. Lalu, tuangkan air ke dalam lubang tersebut, tinggalkan hingga membusuk. Ia menegaskan, penggunaan pupuk secukupnya saja.

Bassal pun berbagi pengetahuan lainnya. Kali ini, terkait dengan penanaman yang ia sebut sebagai seni menanam. Ada masa dan kondisi tertentu untuk menanam suatu jenis tumbuhan agar bisa berkembang sempurna. Ia menunjuk budi daya labu. “Di negara-negara dingin, seperti Andalusia, biji labu mesti ditanam selama bulan Januari.” Lalu, pada bulan April, saat bibit tanaman telah kuat, baru dipindahkan ke lahan permanen.

sapaan hangat untuk saudaraku…

Untukmu wahai para sahabat, yang senantiasa berjuang dijalan Allah

Mendakwahkan islam yang kaaffah

Pejuang dakwah tidak akan pernah rela ketika hukum2 NYA tidak diterapkan dalam kehidupannya

Bogor, 15 Oktober 2011

*Oleh : Ainun Istiharoh

Sesungguhnya Islam adalah agama Allah SWT dan Muhammad SAW adalah hamba dan utusanNYA serta penutup para rasul. Allah mengutus Muhammad SAW dengan membawa agamanya untuk umat manusia seluruhnya. Islam adalah agama yang paripurna, bukan hanya sekedar agama tapi juga peraturan hidup yang dijadikan pedoman dan pegangan. Islam mengatur kehidupan manusia mulai dari masuk WC hingga kenegaraan. “sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah adalah ISLAM (QS. Ali Imron)” karena Allah mengetahui apa2 yang dibutuhkan oleh mahluknya.

islam terdiri dari dua aspek yaitu akidah dan syari’ah. Akidah mengatur bagaimana manusia seharusnya beriman dengan kalimat yang satu Laailaa haillallah, Muhammadurrasulullah. Sedangkan pengertian syari’ah adalah hukum2 seluruh amal perbuatan manusia. Dalam islam yang dibawa oleh Rasul mengandung berbagai hal terkait hukum2 perbuatan manusia. Mana yang tergolong wajib, sunnah, haram, makruh ataupun mubah sudah sangat jelas. Sehingga peraturan2 atau hukum2 yang berasal dari Allah melalui rasul ini ketika tidak dilaksanakan maka berdosa karena kita dituntut untuk mengimani dan terikat dengan hukum syara’nya Allah. “Demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang engkau berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya (QS. Annisa’:65)” à ayat: baca sirah nabawiyyah ketika rasul di bai’at oleh kaum muslim untuk menjadi pemimpin.

Dengan kata lain, Islam bukan saja mengurusi masalah ruhiah (spiritual)seperti masalah surga-neraka, pahala-siksa,ibadah (shalat, puasa, zakat, haji, dll), namun juga masalah urusan kehidupan duniawi seperti politik, ekonomi, sosial, pemerintahan, pendidikan, hukuman dan sebagainya. Sehingga sepatutnya lah dalam kehidupan kita diatur dengan hukum2/ peraturan2 islam, agar Allah ridho kita hidup di buminya.

Selama + 13 abad Negara islam (daulah islam)yang berdiri semenjak kepemimpinan rasul sampai khulafaurrasyidin di Turki Utsmani, menjalankan segala aspek kehidupannya dengan aturan2 islam sehingga islam mampu untuk menguasai 2/3 dunia. Saat itu pulalah Negara islam bukan hanya berada di Makkah dan Madinah tapi terbentang dari Spanyol (Timur Tengah) hingga Aceh. Negara islam (Daulah Khilafah Islamiyah) mampu menjadi Negara super power selama 13 abad berkat ridho Allah, itulah yang disebut dengan The Golden Age. à baca: buku “beyond the inspiration”(tentang kegemilangan islam dari segi perkembangan ilmu pengetahuan dan paradaban)

Namun sekarang, kita melihat kaum muslimin tidak lagi menjadi khoiru ummah ukhrijat linnas melainkan menjadi umat yang kesehariannya dibicarakan. Kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kebodohan dimana2. Mengapa dunia islam sekarang ini sangat mundur, bahkan terpuruk dalam segala bidang kehidupan? Keadaan ini telah jelas diakibatkan oleh umat islam yang mulai meninggalkan hukum2/aturan2 Allah dalam mengatur kehidupannya, terutama dalam bernegara pasca runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah. Umat islam sudah cenderung berkiblat pada barat dari segala aspek, baik sistem pendidikan, sistem ekonomi, bahkan sistem pemerintahan. Kemunduran dunia islam juga merupakan akibat dari praktik yang salah dalam pemahaman dan penerapan islam. Pengkajian dan penguasaan bahasa arab yang menjadi kunci keilmuan islam dibiarkan terus merosot. Ijtihad ditinggalkan. Pada saat yang sama, pintu misionarisme, invasi budaya dan politik dari barat dibuka lebar2. Sehingga umat islam tidak lagi mampu menjaga superioritas negaranya terhadap serangan yang datang bertubi2 dari barat maupun timur.

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (hukum) siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang2 yang meyakini agamanya? (QS: Al-Maidah: 50)”

Satu2nya cara agar kaum muslim mampu meraih kedudukannya kembali sebagai khoiru ummah ukhrijat linnas, tentu saja dengan menegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyah yang menerapkan syariah islam secara kaffah. Semua ini juga perlu didukung dengan pembinaan ketakwaan atas setiap individu dan pelaksanaan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar ditengah2 masyarakat.

Berjuanglah wahai pemuda untuk menjemput janji Allah dan bisyarah Rasulullah:

“Ditengah2 kalian terdapat masa kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya, lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan yang dzalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya, kemudian akan ada masa kekuasaan dictator yang menyengsarakan, yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Setelah itu beliau diam (HR. AHMAD)”

Untuk itulah kenapa kita harus bergerak, karena tidak ada alasan untuk mendiamkan umat dalam keterpurukan!!!

“kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali2 engkau (Muhammad) termasuk orang2 yang ragu. (QS. Al-Baqarah: 147)”

“wahai orang2 yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS.Muhammad: 7)”

 

*Mahasiswi AGH 46

kepadamu para pemuda…

Catatan untuk sahabatku…

Para calon pemimpin kampus dan calon pemimpin bangsa

Untuk dicermati dan dipahami serta ditindaklanjuti pada peringatan HARI SUMPAH PEMUDA (28 Okt)

Di kampus IPB-Bogor, 09 Oktober 2011

Membutuhkan tekad dan keberanian untuk mencetuskan sebuah ikrar suci. Apalagi bersumpah dihadapan para negeri dan umat. Sumpah bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan jiwa bertarung, baik fisik ataupun intelektual. itu juga yang terjadi ketika sumpah pemuda dicetuskan oleh segelintir pemuda yang konon memelopori pergerakan pemuda di Indonesia.

Pemuda merupakan pasukan terbaik sebagai pertahanan Negara. Pemuda menjadi garda petarung hebat demi mencapai sebuah misi kehidupan bernegara. Pemuda adalah tonggak perubahan sebuah tanah kehidupan umat manusia. Memanfaatkan kekuatan pemuda artinya bersiap untuk menyongsong kemenangan. Begitu kuatnya factor pengaruh sumpah pemuda hingga mempelopori kemerdekaan Indonesia. Namun sayang, saat ini pemuda seakan larut dengan atmosfer peradaban.

Sumpah pemuda hanya sebuah euphoria tanpa arti apa-apa. sumpah pemuda hanya mampu menggerakkan pemuda Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah fisik yang dulu dialami oleh Indonesia. Namun, berhadapan dengan penjajahan-penjajahan intelektual, kebanyakan pemuda sekarang lengah. Perlahan-lahan semangat perjuangan itu luntur.

Melihat kondisi bangsa pada umumnya dan umat muslim pada khususnya yang semakin carut marut beberapa decade terahir ini tidak membuat para pemuda bergeming. Entah apa yang terjadi, apakah para pemuda sudah lupa bagaimana melakukan perubahan, atau para pemuda tidak tahu harus berubah kearah yang bagaimana?

Melihat ritme pergerakan pemuda pun sudah mengalami penurunan yang sangat drastis. Disuatu kondisi para pemuda melakukan gerakan yang massif, dikondisi yang lain para pemuda seakan tidak mau tahu dengan nasib bangsa bahkan saudaranya sendiri. Pernahkah anda fikirkan, kenapa pemuda harus bergerak? Sebenarnya apa yang harus diperjuangkan?

Wahai calon pemimpin, ikrar sucimu sangatlah mahal. Hanya ada segelintir orang sepertimu yang mau meng-azzamkan diri untuk mengurus urusan umat. Niat dan ucapanmu mengandung seribu makna yang itu disaksikan oleh para malaikat dan Allah. Menjadi pemimpin tidaklah mudah, banyak hal wajib yang harus dipenuhi. Kesiapan untuk berkorban, kesiapan untuk tetap bersabar, kesiapan untuk tetap berjuang. Satu lagi yang patut diperhatikan oleh para calon pemimpin adalah kesiapan untuk berani menyampaikan kebenaran-kebenaran Allah. berlaku adillah kawan dengan cara menjalankan setiap hukum-hukum (syari’at) Allah yang telah diturunkan kepada kita, tegas lah kawan dalam melihat kebathilan dan kemaksiatan, berpegang teguhlah kawan pada tali agama Allah. niscaya Allah akan ridho kamu berada di buminya.

Maju dan bergeraklah wahai pemuda. Songsong kemenangan kita, kemenangan para pemuda, kemenangan islam yang sudah Allah janjikan. So, apa yang kalian perjuangkan? Mantapkan tujuan dari sekarang sobat!

 

#Allah tidak pernah melanggar janjinya bahwa islam akan menang, maka janganlah ragu untuk memperjuangkan din ini dalam kehidupan kampus.

 


*Ainun Istiharoh (AGH 46)

JOB = CAREER…???

Oleh : Ainun Istiharoh*

Apakah job sama dengan karier? Bagi yang bingung, coba kita baca penjelasan Rene Suhardono seorang Career Coach dalam bukunya yang berjudul I Just Love Your Job. Bisa-bisanya mimpi jadi kenyataan. Not only do you get to work for that big company, tapi juga punya gaji gede , plus ini dan itu lainnya. Ooh, how i envy your career.

Karier seringkali bisa dilihat dari dua sisi: pertama, apa yang benar-benar dirasakan dan kedua, apa yang ingin ditampilkan kepada dunia. Apabila keduanya sama dan sejalan—itu luar biasa! Namun apabila berbeda: you have a problem. Beberapa kali beliau menjumpai profesional yang memperkenalkan diri dengan menyebut terlebih dulu nama perusahaan atau jabatan sebelum menyebut nama sendiri. Pada sisi lain, ada juga yang enggan memperkenalkan diri karena merasa belum punya pekerjaan atau jabatan yang bisa dibanggakan. Ini sungguh menyedihkan.

Jabatan, pangkat, tempat kerja, uang, fasilitas kantor, dll adalah pelengkap pekerjaan. Bahkan bukan pekerjaan itu sendiri, apalagi karier. Terlalu sering “lambang-lambang” ini jadi pertimbangan terdepan dalam keputusan mencari pekerjaan dan berinteraksi dengan lingkungan. Your job should never define you.

Kebanggaan atas karier tidak sama dengan kebanggaan atas fasilitas mobil kantor yang diterima atau gaji diatas rata-rata industri yang dinikmati. Kebanggaan atas karier berawal dari kejujuran kepada diri sendiri atas apa yang dirasakan, dan keberanian untuk terus jujur. Memang tidak mudah tapi cobalah dulu…

Mengapa Anda Bekerja…???

Seringkali kita merasa pekerjaan kita ya karier kita..?? its a free kick by David Beckham with you as the goalie! Semua yang anda lihat dan ada dikantor adalah bagian dari pekerjaan alias Job. Seluruh peralatan di atas meja, prosedur, mekanisme, dan tugas adalah bagian dari itu. Termasuk didalamnya bos (so many of them), rekan kerja, dan bawahan kita. Bahkan termasuk kartu nama kita. Singkatnya, pekerjaan sekedar alat atau kendaraan yang bisa membawa kita ke satu tempat yang kita kehendaki. Pekerjaan dalah milik perusahaan, bukan milik kita. You may have attachment to your job itis not and will never be yours. Sebaliknya, karier adalah perjalanan itu sendiri. Bisa jadi kita punya banyak pekerjaan dalam karier, bisa juga kita mengalami pergantian profesi didalamnya. Jangan pernah melihat karier sebagai garis lurus. Terlalu banyak contoh yang bisa menggambarkan betapa karier kita terkesan erratic. Kalau kita beranggapan bahwa awal garis karier adalah jenjang pendidikan, lucu juga melihat perbankan Indonesia yang banyak dihuni oleh lulusan IPB. Institiut Pertanian Bogor itu seringkali disebut sebagai Institut Perbankan Bogor!

karier merupakan totalitas kehidupan profesional sejak mata terbuka dipagi hari hingga kembali terlelap tidur. Tidak semata terkait dengan cara-cara memperoleh penghidupan, karier berhubungan erat dengan passion, tujuan hidup, values, dan motivasi dalam berkarya untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan. Tujuan karier tidak lain adalah kebahagiaan dan ketercapaian. Dan tidak ada cara yang lebih tepat dan nyaman apabila karier kita dikendalikan oleh passion kita. Your careerr is yours. Your career is you.

Your Job Is Not Your Career…!

Job seringkali disamakan dengan karier, sebagian besar tenaga kerja di Indonesia beranggapan bahwa pekerjaan mereka adalah karier mereka juga. Pekerjaan adalah alat sebagaimana mobil akan mengantar kita dari satu tempat ke tempat yang lain. Karier adalah perjalanan panjang kehidupan profesional tenaga kerja. Kita bisa dipecat dari pekerjaan namun bukan dari karier. Your career is you.

Job and Career…

  • Pekerjaan adalah milik perusahaan
  • Karier adalah milik anda sendiri
  • Karier berbicara soal impian anda, keinginan terbaik anda dan hidup andaaa.
  • Jangan Cuma menerima pekerjaan, sebaliknya anda harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan karier anda
  • Jangan hanya mencari pekerjaan yang lebih baik, kejarlah karier yang gemilang.

Apakah Pekerjaan itu Sebenarnya…?

  • Alat instrumen bagi perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi
  • Sarana bagi individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berkarya
  • Jalan untuk berkembang secara pribadi dan profesional
  • Kendaraan untuk memperoleh pencapaian pribadi dan berkontribusi bagi lingkungan

Karier sepenuhnya mengenai diri sendiri…

  • Bagaimana mengenal diri sendiri dan mengetahui hal-hal yang sangat diminati
  • Bagaimana menjalankan hidup bermakna
  • Bagaimana kita ingin diingat saat tiada nanti
  • Bagaimana untuk senantiasa punya pandangan positif sepanjang hidup
  • Semangat untuk terus melakukan perbedaan dalam hidup sekarang
  • Bagaimana mencapai kebahagiaan dan kepuasan/ ketercapaian dalam hidup

Hmmm…sangat puas sekali membaca buku tersebut, saya sepakat bahwa pekerjaan tidak sama dengan karier. Saya berfikir bagaimana perasaan seseorang yang kebingungan mencari pekerjaan dengan alasan pekerjaan adalah satu2 nya yang bisa dilihat dan dijadikan tolak ukur keberhasilan seseorang (meskipun secara eksplisit tidak mengatakan demikian). Menurut saya, tujuan hidup adalah untuk meraih kebahagiaan dan kepuasan hidup. Sehingga bukan karier yang mengikuti pekerjaan tapi pekerjaan yang seharusnya mengikuti karier. Setidaknya jika seseorang tidak mendapatkan pekerjaan yang bonafit atau yang diinginkan, yang terpenting adalah kita masih mampu berkarya dengan apapun yang kita miliki. Berkarya apasajalah yang penting halalan thoyyiban, benar kan? Nah konsep inilah yang seharusnya kita miliki agar kita tidak mudah stress hanya karena tidak mendapatkan tempat bergantung untuk mendapatkan materi. Marilah berkarya dan berikan sebesar2nya manfaat untuk ummat dengan potensi kita.

Terlebih lagi jika kita paham, untuk apa kita hidup? Hidup bukan semata2 untuk mendapatkan materi tapi ada tujuan yang lebih agung yaitu beribadah kepada sang Pencipta untuk meraih ridhonya dan mencapai kebahagiaan yang hakiki (yaitu di akhirat). Dengan demikian, jika kita sudah berkomitmen untuk meraih tujuan itu, maka tidak ada aktivitas satupun yang tidak mendukung tujuannya.

Contohnya seperti ini sobat, seorang mukmin yang menginginkan surga Allah di akhirat kelak, tentu dia akan selalu menyesuaikan setiap perbuatan dan pilihannya didunia agar selaras dengan perintah dan larangan Allah. Dengan penuh kesadaran, setiap pilihan yang dia buat akan mendekatkan atau menjauhkannya dari surga Allah. Nah konsep yang cemerlang inilah yang semakin mendorong kita menjadi insan yang bermartabat bukan hanya dimata manusia tapi juga dimata Allah. Selain itu pemikiran ini juga yang mendorong manusia untuk senantiasa berkarya (sesuai perintah dan larangan Allah tentunya). Jadi janganlah berlarut2 dalam kebingungan ketika kita harus secepatnya mencari pilihan. Berupayalah untuk mendapatkan apa yang diridhoi Allah (dalam mencari kesibukan sekalipun). Semoga kita menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, terutama bagi agama ISLAM.

*Mahasiswi AGH 46 IPB

jilbab dan khimar…

Banyak kesalahpahaman terhadap Islam di   tengah masyarakat. Misalnya saja jilbab. Tak sedikit orang menyangka bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah kerudung. Padahal tidak demikian. Jilbab bukan kerudung. Kerudung dalam Al Qur`an surah An Nuur : 31 disebut dengan istilah khimar (jamaknya : khumur), bukan jilbab. Adapun jilbab yang terdapat dalam surah Al Ahzab : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.
Kesalahpahaman lain yang sering dijumpai adalah anggapan bahwa busana muslimah itu yang penting sudah menutup aurat, sedang mode baju apakah terusan atau potongan, atau memakai celana panjang, dianggap bukan masalah. Dianggap, model potongan atau bercelana panjang jeans oke-oke saja, yang penting ‘kan sudah menutup aurat. Kalau sudah menutup aurat, dianggap sudah berbusana muslimah secara sempurna. Padahal tidak begitu. Islam telah menetapkan syarat-syarat bagi busana muslimah dalam kehidupan umum, seperti yang ditunjukkan oleh nash-nash Al Qur`an dan As Sunnah. Menutup aurat itu hanya salah satu syarat, bukan satu-satunya syarat busana dalam kehidupan umum. Syarat lainnya misalnya busana muslimah tidak boleh menggunakan bahan tekstil yang transparan atau mencetak lekuk tubuh perempuan. Dengan demikian, walaupun menutup aurat tapi kalau mencetak tubuh alias ketat –atau menggunakan bahan tekstil yang transparan– tetap belum dianggap busana muslimah yang sempurna.

Karena itu, kesalahpahaman semacam itu perlu diluruskan, agar kita dapat kembali kepada ajaran Islam secara murni serta bebas dari pengaruh lingkungan, pergaulan, atau adat-istiadat rusak di tengah masyarakat sekuler sekarang. Memang, jika kita konsisten dengan Islam, terkadang terasa amat berat. Misalnya saja memakai jilbab (dalam arti yang sesungguhnya). Di tengah maraknya berbagai mode busana wanita yang diiklankan trendi dan up to date, jilbab secara kontras jelas akan kelihatan ortodoks, kaku, dan kurang trendi (dan tentu, tidak seksi). Padahal, busana jilbab itulah pakaian yang benar bagi muslimah.

Di sinilah kaum muslimah diuji. Diuji imannya, diuji taqwanya. Di sini dia harus memilih, apakah dia akan tetap teguh mentaati ketentuan Allah dan Rasul-Nya, seraya menanggung perasaan berat hati namun berada dalam keridhaan Allah, atau rela terseret oleh bujukan hawa nafsu atau rayuan syaitan terlaknat untuk mengenakan mode-mode liar yang dipropagandakan kaum kafir dengan tujuan agar kaum muslimah terjerumus ke dalam limbah dosa dan kesesatan.

Berkaitan dengan itu, Nabi SAW pernah bersabda bahwa akan tiba suatu masa di mana Islam akan menjadi sesuatu yang asing –termasuk busana jilbab– sebagaimana awal kedatangan Islam. Dalam keadaan seperti itu, kita tidak boleh larut. Harus tetap bersabar, dan memegang Islam dengan teguh, walaupun berat seperti memegang bara api. Dan in sya-allah, dalam kondisi yang rusak dan bejat seperti ini, mereka yang tetap taat akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan dengan pahala lima puluh kali lipat daripada pahala para shahabat. Sabda Nabi SAW :

“Islam bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu.” (HR. Muslim no. 145)

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,’Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka ?” Rasululah SAW menjawab,”Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).” (HR. Abu Dawud, dengan sanad hasan)

harga cabe naik???

Menguak Kenaikan Harga Cabai…?!

S

udah tahu belum kalau harga cabai sekarang makin mencekik leher? Wah…saya rasa anak IPB sudah tahu semua kalau masalah beginian mah karena masalah cabai-mencabai memang anak IPB yang handal. Tapi tidak menjamin juga, meskipun mereka tahu khawatirnya tidak mau tahu mengenai masalah yang dihadapi umat. Ckckck…sepertinya memang perlu dibantu untuk menganalisa apa yang terjadi dibalik naiknya harga cabai ini…!.

Rumor naiknya harga cabai ini mulai terjadi sejak lama, hingga pada pertengahan bulan Juni 2010 yang lalu diketahui harga cabai mencapai Rp 40.000/kg didaerah Ciamis. Harga ini cukup mencengangkan karena melebihi harga beras per kg-nya. Selain itu harga cabai ini sama dengan dua kali harga ayam. Hingga bulan Desember 2010 ini harga cabai mencapai Rp 85.000/kg-nya dan di daerah Bogor masih mencapai Rp 80.000/kg-nya. Berbicara mengenai kenaikan harga cabai, beberapa orang mengatakan bahwa kenaikan itu adalah hal yang wajar dan tidak berpengaruh terhadap pola konsumsi rakyat karena cabai bukanlah komoditas pokok. Pernyataan tersebut jelas tidak dapat kita terima,  karena dampak kenaikan harga cabai cukup meresahkan rakyat. Kenaikan harga cabai ini menimbulkan rasa keingintahuan beberapa kalangan baik masyarakat, mahasiswa maupun pemerintah. Hal ini dikarenakan, naiknya harga cabai menimbulkan beberapa dampak yang semakin meresahkan rakyat.

Dampak dari kenaikan harga cabai ini adalah, pertama turut naiknya harga komoditi yang lain. Hal ini dikarenakan kultur Indonesia yang cenderung membuat musim buatan sehingga seolah-olah barang-barang semuanya mengalami kenaikan hanya karena kenaikan harga satu macam komoditi, misalnya harga sayur-sayuran seperti bawang merah, telur ayam, bahkan nasi bungkus pun mengalami kenaikan akibat naiknya harga cabai. Kedua semakin berkurangnya minat petani untuk menanam cabai karena isu yang sudah menyebar mengatakan bahwa kenaikan harga cabai diakibatkan permintaan konsumen yang besar sedangkan stok produksi cabai sedikit yang diakibatkan karena serangan hama penyakit dan curah hujan yang tinggi. Secara garis besar, dampak utama yang ditimbulkan dari naiknya harga cabai itu adalah terjadinya ketidakstabilan kondisi dalam negara baik itu dilihat dari kacamata ekonomi maupun dari sosial budaya.

Kondisi ekonomi yang dimaksud adalah pendapatan petani yang semakin berkurang dibandingkan dengan keuntungan yang didapat oleh distributornya (dalam hal ini tengkulak), melihat perbedaan pendapatan tersebut berbeda pula distribusi pendapatan petani didaerah lain. Dengan demikian mengakibatkan kondisi sosial budaya di negara ini juga terganggu. Maksudnya adalah kebiasaan-kebiasaan buruk para pelaku pasar yang notabene banyak merugikan rakyat terutama para petani.

Jika dianalisa penyebab kenaikan harga cabe, ada beberapa hal yang patut dikritisi, yaitu apakah benar terjadi penurunan produksi cabai disaat permintaan terhadap cabai meningkat? Hal ini perlu dicari beberapa daerah sebagai centra penghasil cabai. Centra penghasil cabai di Indonesia cukup banyak diantaranya kota Pagaralam-Sumsel, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Curup di Bengkulu dan Palembang serta beberapa daerah lainnya. Sehingga memungkinkan produksi cabai meningkat. Jika faktornya adalah cuaca dan iklim yang akhir-akhir ini susah untuk diprediksi, maka memungkinkan turunnya produksi cabai. Selain itu, penyebab naiknya harga cabai tidak lepas dari kegiatan para tengkulak yang menimbun hasil produksi cabai dari petani yang kemudian dijual di pasar sedikit demi sedikit. Akibat penimbunan ini adalah semakin sedikitnya produksi cabai yang dapat dijual karena cabai merupakan komoditas hortikultura yang cepat rusak dan sangat terpengaruh terhadap kelembaban. Sehingga perlu adanya pengaturan dari pemerintah terkait dengan distribusi komoditas cabai di pasar sekaligus mengontrol kestabilan harga dan mengatur pengusahaan cabai.

Sampai saat ini peran pemerintah dalam mengontrol kestabilan harga dan distribusi di pasar sangatlah kurang. Hal ini dikarenakan regulasi yang digunakan cenderung serba otonomi daerah sehingga tidak heran jika ditemukan di suatu daerah kenaikan harga cabai sangat tinggi sementara di daerah lainnya biasa saja. Begitu pula dengan penjagaan kestabilan harga yang kurang optimal karena diserahkan pada mekanisme pasar sehingga ketika menjelang hari-hari tertentu naiknya melonjak tajam sementara pada waktu yang lain sangat merosot.

Terkait penyebab diatas, solusi yang bisa dilakukan oleh generasi pertanian penerus bangsa yang intelektual adalah mengantisipasi pengaruh perubahan cuaca dan iklim yang merupakan faktor lingkungan pertumbuhan tanaman cabai, dan pengembangan ilmu pengetahuan terkait ketahanan tanaman cabai terhadap hama dan penyakit serta pelaksanaan kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

beberapa hari yang lalu….(sidang umum 1)

pilihlah pemimpin dengan hati jangan hanya ikut-ikutan, brfikirlah pula dengan otak mana yang akan mampu menegakkan kebenaran, karena urusan kita didunia ini bukan hanya untuk kesenangan pribadi semata tapi untuk kepentingan mahasiswa yang da dibawahnya.
– saya tidak pernah memilih secara subjektif, saya hanya memilih mana yang saya anggap baik dan mana yang saya anggap mampu untuk mewujudkan impian2 yang luhur…
-sungguh saya meletakkan harapan yang besar terhadapnya…
-semoga dengan penuh keberanian dia mampu melahirkan pikiran2 yang mampu menggugah kekritisan mahasiswa.
-semoga seiring berjalannya waktu, dia mampu memberi kekuatan bagi anggotanya untuk memikirkan bahwa amanah kita bukan hal yang biasa…
– jika seorang pemimpin yang memiliki keinginan besar tapi terlihat seperti hanya omong besar, berarti anggotanyalah yang harus introspeksi dri. karena jk anggota sadar itu baik tapi terlalu besar, n tidak terlaksana, lntas kmnakah para anggotanya???
– ketepatan keputusan berkorelasi dengan daya fkir yang bersih dan kondisi hati yang putih.
– akan lengkaplah kharisma ssorang jika apa yang diucapkannya adalah suatu kbenaran sehingga dapat menentramkn hati dan ssuai dengan fitrah manusia…
– dalam mngambil kputusan, bkan kcepatanlah yang mnjadi ukuran, tapi ktepatanlah yang mjadi ukuran
– jngan gegabah dalam mngambil kputusan, krn permsalahn yang mnyankut amanah adalah ssuatu yang pnting slain waktu…
– berfikirlah wahai pemuda, bnyak hal positif yang seharusnya kita lakukan teruntuk kemaslahatan umat..
-satu lagi hal, pemimpin menurt saya adalah yang mampu mentransfer impian2nya kpd anggotanya secara gamblang, meskipun terkesan muluk2 tapi dapat diterima oleh akal dan merasakan bahwa itu adalah impian bersama yaitu mewujudkan impian yang luhur…
-sehingga setiap derap langkahnya, setiap hembus nafasnya, hanya teringat cita2 luhur yang semata mengharap ridho Allah..
– bukan dengan nafsu kita memilih, tapi dengan pengharapan yang sangat…
-semoga pemimpin kita seiring berjalannya waktu tidak ikut arus pemikiran2 yang pragmatis alias asal2an spya cepat slesai, tapi benar2 difikirkan bhwa setiap keputusan yang menyakut harkat hdup org bnyak adalah ssuatu yang benar2 harus dfikirkan…dan yang pasti akan kita pertanggungjawabkan…
– satu rahasia padamu kawan, saya tidak ingin kega2lan yang “itu rahasia” terulang kmbali…
-smoga kita termasuk org2 yang amanah…dan cerdas mmbrikan kputusan brdasarkan kbenaran…
-AMIN…

4 intelektual muslim…

suguhan buat para intelektual muslim dari Felix Y.Siauw oleh Ainun Istiharoh

maybe you’re just daydreaming..!it seems that you and all friends of yours living in the world of fantasy!, wake up,see the reality! you can’t denied the reality!

klimat2 semisal itu sering kali diucapkan kpd beliau (Felix Y.Siauw) ketika beliau selesai mmberikan sminar atw pun sharing mngenai islam dberbgai t4, khususnya ketika beliau menjelaskan dg keyakinan bahwa islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya dan sekali lagi menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. memang betul, saat ini kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat kearah ketidakwarasan, sehingga orang yang waras akhirnya dianggap tak waras hanya karena mereka minoritas. kita menyaksikan zaman dimana kaum muslim betul2 telah tercerabut dari akarnya sehingga merasa minder dengan agamanyasendiri dan lebih percaya kepada bukan dari kaumnya dibanding dari kaumnya sendiri atau bahkan Allah. kita berada dalam zaman yang membuat kaum muslim putus asa dan lebih cenderung menyesuaikan diri dengan keburukan daripada merubah keburukan itu sendiri. jujur saja, bukan hanya ummat muslim yang putus asa melihat keadaan saat ini dimana kaum muslim terpuruk hampir di segala segi. beliau pribadi yang pernah melihat dari luar kacamata islam sangat memahami hal ini dan berpendapat bahwa tidak munkin ada obat untuk mengobati kehancuran kaum muslim. setidaknya itu perasaan beliau sebelum beliau mengetahui kebenaran islam. ketika beliau mendapatkan kebenaran islam, beliau akhirnya mengetahui bahwa kebangkitan islam bukanlah suatu perkara yang utopis, melainkan suatu kepastian. ketika itulah beliau baru sadar, ternyata kaum muslim yang hancur yang selama ini beliau lihat justru tidak pernah memanfaatkan islam kecuali hanya sebagian sj. justru kehancuran dan keterpurukan ummat ini dimulai ketika islam sebagai pandangan hidup ditinggalkan oleh kaum muslim yang silau dengan kebangkitan semu dunia barat. setelah beliau mengetahui bahwa justru kerusakan pada ummat muslim terjadi karena ditinggalkannya islam sebagai jalan hidup, maka beliau segera mencari pemahaman islam seperti apakah yang dapat membangkitkan ummat yang sedang hancur terpuruk ini? aneh tapi nyata sekaligus fenomenal,dalam satu sisi, suatu ummat yang berada ditengah2 peradaban besar dunia yang dibangun dalam hitungan abad tiba2 dalam waktu singkat dapat bangkit dan mengungguli negara2 adidaya dan tampil sebagai pemimpin konstelasi percaturan politik dunia. bukan arab yang beliau bicarakan tapi ummat muslim. imperium persia disebelah timur dengan seluruh kejayaannya pernah menguasai wilayah yang sangat besar didunia dan ditakuti karena pasukannya yang masif. imperium romawi terletak disebelah barat dengan kekuasaan yang tak kalah luasnya dan sangat disegani oleh karenanya. sementara satu ummat yang terletak diantara persia dan romawi, bangkit dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun dapat menempatkan dirinya sebagai pemimpin,bahkan pada akhirnya dapat menaklukkan persia dan romawi serta memberikan kesejahteraan pada wilayahnya melebihi apa yang pernah diberikan oleh kedua imperium tersebut. bila imperium persia dan romawi besar itu wajar,karena mereka berabad2 mengasah semua itu. aneh tapi nyata, disuatu ummat yang paling terbelakang pada zamannya, ternyata muncul dan menjadi pemenang. jelas bukan ummatnya yang mmberikan pengaruh pd kebangkitan ini. pasti ada ssuatu dibelakang ummat ini yg mereka pegang dan jadikan panduan. islam-lah yg bertanggung jawab dibalik bengkitnya ummat di jazirah arab. kita ingat dahulu kala Rasulullah menerapkan islam di madinah pada tahun 623 M yang bisa bertahan sampai yahun 1924 M dengan segala keluarbiasaanya, sejarah tidak bisa berbohong bahwa abad keemasan umat muslim (islamic golden age) pd saat kekhilafahan Abbasiyah dan kekhilafahan Utsmaniyah (750 M-1500M) telah menyatukan lebih dari 1/3 dunia. kekuasaan mmbentang dari sebagian Eropa (Andalusia) hingga dataran Balkan yg kekuatan laut maupun daratnya ditakuti didunia. dunia mengingat nama Muhammad Al-Fatih pemimpin para pemuda yang kala itu berusia belum genap 23 tahun pada tahun 1453 M menaklukkan konstantinopel yang kala itu merupakan negara adidaya. juga tertulis dengan tinta emas dalam sejarah peradaban manusia karya besar pemikir dan sintis Muslim seperti Al-Khawarizmi dengan teori matematikanya, Al-kindi dengan pemikirannya, Ibnu Sina dengan ilmu kedikterannya serta aL-Haitsami dengan ilmu optiknya dan ibnu khaldun dengan ilmu dan teori sejarahnya. will be continued…